Situs Resmi SDIT Insan Kamil Majalengka
 
 

Saatnya Back to school

 

Suara azdhan shubuh berkumandang memanggil semua umat islam untuk melakukan kewajiban pada Allah SWT . dipagi ini adalah awal kegiatan anak SDIT Insan Kamil Majalengka ditahun ajaran 2014/ 2015. Setelah 2 pekan libur diakhir semester 2 ditahun ajaran 2013/ 2014, berbagai kegiatan telah dilakukan oleh siswa dan siswi dari mulai, bertamasya bersama keluarga, berkunjung ke rumah sanak saudara dan masih banyak lainnya. Hentakan sepatu dipagi hari saat libur sekolah hampir tak ter dengar. Namun, pagi ini ditanggal 14 Juni untuk siswa baru dan 15 Juni 2014 untuk siswa lama suara itu terdengar kembali disekolah tercinta ini.DSCF2908

Kami ucapkan selamat datang disekolah yang kita banggakan serta penuh kasih sayang. Selamat atas kenaikan kelasnya, semoga bertambah baik prestasinya ditahun ini. Mungkin sebagian siswa dan siswi mengalami sindrom kurang bersemangat untuk masuk kembali sekolah dalam istilah lain ( I Hate Back To School). Sindrom ini muncul ketika siswa dan siswi terlalu menikmati libur yang berkepanjangan. Kadang ayah dan bunda, bahkan guru pun sedikit kebingungan ketikan ada anak yang mengalami hal tersebut. Mungkin kita bertanya- tanya, bagaimana sih penanganan anak yang mengalami sindrom I Hate Back to School ?. Ada beberapa langkah yang kita bisa lakukan untuk mengantisipasi hal tersebut diantaranya:

  1. Ingat Rutinitas

Rutinitas biasanya akan jadi terlupakan saat liburan. Orangtua mengizinkan anak bangun siang dan tidur lebih malam. Untuk kembali menyesuaikan diri kembali ke rutinitas sekolah tentu akan sedikit sulit.
“Sebelum liburan selesai, mulailah fokus pada jadwal yang seharusnya, kapan tidur, makan makanan sehat dan berkumpul bersama keluarga,” ujar Patricia Tanner Nelson, Spesialis Perkembangan Keluarga di UniversityDelaware.
Setidaknya, rutinitas tersebut harus Anda lakukan seminggu sebelum sekolah. 2-3 minggu untuk bebas tanpa rutinitas sepertinya cukup untuk anak-anak menikmati hari-harinya. Sehingga seminggu menjelang sekolah adalah waktu yang pas untuk memulai rutinitas lagi.

  1. Bersiaplah
    Jangan pernah meremehkan pentingnya menyiapkan perlengkapan sekolah saat anak memasuki tahun ajaran baru. Jika memang Anda ingin membelikan anak perlengkapan sekolah baru, persiapkan semuanya jauh-jauh hari, jangan saat sudah mendekati waktu liburan habis. Namun kalau ternyata barang lama anak masih dalam kondisi baik, membeli baru tentu tidak perlu dilakukan.
    3. ‘Jalan-jalan’ ke Sekolah

Jika anak Anda baru memasuki sekolah baru, misalnya dari TK kini duduk di Sekolah Dasar, tunjukkan pada mereka sekolah barunya sebelum hari-H tiba. Ajak anak jalan-jalan ke sekolah barunya sehingga dia bisa melihat seperti apa sekolahnya dan ruang kelasnya nanti.
4. Komunikasi

Ajaklah anak mengobrol tentang sekolahnya. Dalam obrolan itu, usahakan Anda membicarakan hal-hal positif tentang sekolah. Jangan buat anak takut, sehingga berbagai kekhawatirannya seperti apakah temannya akan baik padanya, makin membuatnya stres.

Selama libur, Nelson menyarankan agar orangtua juga tidak berhenti memberikan contoh untuk tetap belajar. Belajar di sini bukan berarti membaca pelajaran sekolah atau sejenisnya. “Jadilah contoh yang baik, bukan hanya di waktu anak sekolah. Misalnya, tunjukkan betapa Anda suka membaca atau sambil membuat kue, Anda bisa mengajak anak belajar matematika dengan membantu mengukur bahan-bahan kue yang diperlukan,”urainya.
Selain empat tips di atas, berikut delapan hal lainnya yang juga bisa Anda lakukan dengan anak sebelum mereka masuk sekolah usai libur panjang. Delapan hal berikut ini diberikan oleh Nuniek Rahmania, seorang guru di Junior High Lazuardi Global Islamic School, Cinere:

  1. Bicarakan apa saja kebiasaan anak yang harus diubah di kelas selanjutnya.
  2. Usahakan Anda memiliki kontak dengan pihak sekolah dan biasakan berkomunikasi intens dengan guru kelas anak yang baru. Hal ini agar Anda merasa aman dan nyaman ketika menitipkan anak di sekolah.
  3. Katakan selamat pada anak bahwa dia sudah naik kelas. Poin ketiga ini penting untuk membangun kepercayaan dirinya.
  4. Katakan atau ucapkan motivasi semangat pada anak ketika mendekati masuk masa sekolah.
  5. Yakinkan pada anak kalau pengalaman di kelas selanjutnya akan menarik sehingga anak antusias dan tak takut untuk datang ke sekolah.
  6. Jangan membiasakan membeli peralatan sekolah baru setiap tahun. Anak harus belajar menjaga barang-barang pribadinya agar awet dan hemat
  7. Perhatikan waktu liburan, jangan sampai bablas. Anak akan kehilangan momen penting di awal tahun jika tidak masuk di pekan pertamanya sekolah.
  8. Minta anak berkenalan dengan semua teman sekelasnya dan guru dengan penuh percaya diri ketika masuk di hari pertama nanti.
    Bagaimana? Selamat mencobanya bersama si kecil ya.

Juli 17, 2014 Kegiatan Sekolah
No comments yet


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top