Situs Resmi SDIT Insan Kamil Majalengka
 
 

Puasa Menumbuhkan Sifat Terpuji dan Teruji

Ibadah puasa Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk bisa mengendalikan diri dari berbagai hal dan perilaku yang dapat membatalkan puasa maupun mengurangi pahala puasa. Sehingga, hasil dari puasa Ramadhan kita dapat meraih derajat takwa, istiqomah dan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan konsisten pada bulan-bulan berikutnya. Inilah makna puasa yang sesungguhnya.
Dalam konteks ini, ibadah puasa menumbuhkan sifat terpuji dan teruji baik secara jasmani maupun rohani yang dapat dilaksanakan oleh pribadi, keluarga, masyarakat, maupun bangsa secara kolektif.
LAZIS2011 049Puasa menumbuhkan sifat terpuji, misalnya dalam menahan lapar dan dahaganya, meskipun ia memiliki kesempatan untuk membatalkannya ketika tidak ada orang yang melihat. Sehingga, berpuasa mengajarkan manusia untuk jujur kepada dirinya dan menyadari betapa Allah mengawasinya. Pribadi yang bertakwa akan melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak mulia dan bermoral. Inilah bekal terbaik dalam mewujudkan masyarakat dan bangsa yang beriman dan bermoral, sehingga dapat mengundang keberkahan Allah. Allah SWT berfirman, ”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS 7: 96).
Berpuasa dapat mengikis rasa egois dan individualistis. Dalam konteks kehidupan sebagai bangsa, pemimpin dan wakil rakyat yang berpuasa dengan benar semoga akan memiliki keberpihakan yang lebih jelas kepada rakyat yang memilihnya dan mereka dapat membuang jauh-jauh sifat untuk mementingkan pribadi atau kelompok, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme.
Sedangkan Puasa menumbuhkan sifat teruji adalah lahirnya pribadi-pribadi yang memiliki kesehatan yang prima. Berpuasa, sebagaimana dikatakan para pakar kesehatan, dapat meningkatkan kesehatan dan vitalitas. Dengan berpuasa, maka kita memberikan kesempatan kepada tubuh untuk melakukan metabolisme secara sempurna. Teruji dengan akal sehat yang cerdas dan qolbu yang bersih. Menyangkut sifat terpuji dan teruji, dengan berpuasa dapat melahirkan pribadi-pribadi yang bertakwa. Ini, sebagaimana Allah SWT firmankan, ”Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang‑orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS 2: 183).
Pada saat ini, ibadah puasa berbarengan dengan pemilihan umum Capres dan Cawapres. Semoga pemerintahan kedepan dapat mengaplikasikan nilai-nilai dan hikmah yang terkandung dari ibadah puasa, sehingga perubahan dan pembaruan yang diharapkan tidak hanya sekadar wacana. Tetapi, juga dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan dilandasi kesadaran moral yang tinggi bahwa jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan, sehingga melahirkan pemimpin yang tepuji dan teruji.

Wallahu a’lam bis-shawab.

Juli 17, 2014 Kegiatan Sekolah
No comments yet


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top