Agenda Bulan Ini:

  • UN kelas VI, 7-9 Mei
  • Psikotes Calon Siswa Baru & Pindahan, 13 Mei
  • Interviu dengan Orang Tua Calon Siswa, 13 Mei
  • Pengumuman Hasil psikotes & konsultasi, 20 Mei

Ujian Sekolah baru saja berlalu. Kini, saat-saat menegangkan pun sudah menanti di depan mata. Beberapa hari lagi siswa kelas 6 SDIT Insan Kamil akan berjuang mengadapi Ujian Nasional, dan ini adalah Ujian Nasional yang pertama! Yup, tanggal 7 sampai dengan tanggal 9 Mei adalah hari bersejarah bagi siswa-siswa sekolah dasar, tidak terkecuali siswa siswa SDIT Insan Kamil. Secara serentak pada tanggal itu akan dilangsungkan Ujian Nasional di seluruh Indonesia, hari yang sangat menentukan apakah lulus dan meninggalkan status sebagai pelajar SD dan bersiap menjadi siswa SMP ataukah tidak lulus dan masih menyandang status siswa SD.

Sedikit besar kebanyakan siswa memiliki perasaan tegang, gelisah, cemas menghadapi Ujian Nasional, baik yang sudah mempersiapkan diri apalagi yang kurang persiapan. Wajar saja karena selain UN menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan, juga merupakan pengalaman pertama siswa siswi SD menghadapi event besar dan berskala nasional.

SDIT Insan Kamil sadar betul akan hal itu sehingga untuk meredakan ketegangan dan membekali siswa secara mental, maka pada tanggal 28-29 April telah dilaksanakan acara kemah di objek wisata Sidomba Kuningan Jawa Barat.

Banyak acara yang yang telah dilaksanakan dalam rangkaian acara kemah tersebut. Intinya dibuat sedemikian rupa sehingga siswa-siswa SDIT Insan kamil tidak terlalu tegang dan memiliki kesiapan mental dalam menghadapi UN.

Beberapa acara yang dilaksanakan pada kegiatan tersebut adalah Achievement Motivation Training (AMT) dengan materi kenali diri, gali potensi dan gapai prestasi; selain itu juga ada api unggun, lari pagi, tanding sepak bola, dadaluan dan lomba memasukan benang ke lobang jarum serta diakhiri dengan renang dan menikmati permainan. Acara yang dihadiri Kepala Sekolah tersebut diharapkan bisa membuat siswa dan siswa memiliki kesiapan psikis dan juga sikap dalam menyongsong Ujian Nasioanl (UN) sehingga pada akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan.

Semoga, pada saatnya nanti, putra-putri kami mampu menyelesaikan Ujian Nasional degan baik danmeraih prestasi yang bisa membuat kami bangga.Amin.

Karya Anak Sholeh (KAS) 3 SDIT Insan Kamil

Karya Anak Soleh (KAS) merupakan kegiatan yang rutin diadakan tiap tahun oleh SDIT Insan Kamil. Pada tahun ini penyelenggaraan KAS dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 14 April 2012 yang merupakan penyelenggaraan KAS yang ketiga sejak mulai di-launching pertama kali pada tahun 2009. Sehingga penyelenggaraan KAS tahun ini disebut KAS-3.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada KAS-3  ini adalah sebagai berikut:

  1. Berbagi bingkisan perlengkapan sekolah kepada 10 Anak yatim dan/atau Dhu’afa
  2. Lomba menggambar dengan tema “Aku dan Keluargaku”, se-wilayah Kabupaten Majalengka
  3. Lomba mewarnai dengan tema “Aku dan Keluargaku”, se-wilayah Kabupaten Majalengka
  4. Lomba Hapalan Surat Al-Qur’an, yaitu dari QS. An-Nas–QS. Al-Fiil, se-wilayah Kabupaten Majalengka
  5. Lomba busana muslim/muslimah dengan tema “Aku dan Keluargaku”

Sebelum acara dimulai KAS-3 terlebih dahulu dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD TK SD Kec. Majalengka Ibu Hj. Poppy Sri, M.Pd, dihadiri oleh Kepala Kelurahan Majalengka Kulon Drs.H. Aam Syamsudin,serta Pembina dan Pengurus Yayasan Darut Taqwa Insan Kamil sebagai lembaga yang menaungi SDIT Insan Kamil.

Antusiasme peserta nampak pada setiap acara yang diselenggarakan dan tidak kurang dari seratus anak-anak usia prasekolah berlomba menjadi yang terbaik di ajang KAS-3 ini.

Karya anak SolehDi akhir acara diumumkan pemenang lomba untuk masing-masing kategori. untuk Lomba Hafalan Surat-Surat Pendek, juara 1 dengan nilai 367 jatuh pada NURHALIZA NAELATUL  M. dari TK Budi Asih 14, Lomba Mewarnai dimenangkan oleh ANNISA dari TK Budi Asi, Lomba Menggambar dimenangkan oleh KAMAL  NURKAMAL  dari TK Budi Asih 6 dan Peragaan Busana Muslim oleh SYIFA SOFIYANTI dari TK Al-Lukman.

Beasiswa Untuk SD, SMP dan SMA

selengkapnya daftar para pemenag lomba adalah sebagi berikut:

1.       Lomba Hafalan Surat-Surat Pendek.

  •  Juara 1 : NURHALIZA NAELATUL  M. (TK Budi Asih 14)     dengan Nilai : 367
  • Juara 2 : DINA (TK Budi Asih 6) dengan Nilai : 358
  • Juara 3 : SALWA HABIIBAH(TK Al-Hidayah) dengan Nilai : 356

2.       Lomba Mewarnai

  •  Juara 1 : ANNISA (TK Budi Asih ) dengan Nilai : 758
  • Juara 2 : AGUNG ADHARI (TK Budi Asih 14) dengan Nilai : 735
  • Juara 3 : M. HILMAN M. (TK Budi Asih 14) dengan Nilai : 723

3.       Lomba Menggambar

  •  Juara 1 : KAMAL  NURKAMAL(TK Budi Asih 6) dengan Nilai : 725
  • Juara 2 : No. Peserta 9(TK Al- Ikhlasiyah) dengan Nilai : 710
  • Juara 3 : SULISTIYA (TK Sakinah)Nilai : 356

 4.       Peragaan Busana Muslim

  •  Juara 1 : SYIFA SOFIYANTI  (TK Al-Lukman)dengan Nilai : 269
  • Juara 2 : GHEFIRA AZZAHRA(TK Azzahra) dengan Nilai : 265
  • Juara 3 : No. Peserta 261(TK Al- Ikhlasiyah) dengan Nilai : 261

Selain Kegiatan Lomba-lomba, pada kegiatan ini juga ada penyerahan BEASISWA dari PKPU Cirebon. Beasiswa ini diberikan kepada Anak-anak Kurang Mampu sebanyak 10 Anak SD s.d SMA berupa uang tunai dan Bingkisan dari PKPU Cirebon

Dengan dukungan didukung oleh BJB Syariah Majalengka, Bank Muamalat Majalengka, Penerbit Erlangga, Penerbit Yudistira, Toserba Jogya Majalengka, Kecap Segitiga, Ghibran Motor, Syaidcell, Alfanet Distrindo, Intikom, PD. BMS Smart Printing serta radar majalengka,  alhamdulillah acara yang diselenggarakan di kompleks SDIT insan kamil sejak pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 ini bisa berjalan dengan lancar.

Outbound Tanggal 17 maret 2012

Pembangunan Generasi Masa Depan

“Wahai Robb kami,

anugrahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (kami), Dan jadikanlah kami Imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertaqwa.”

(al-Furqon: 74)

 Sudah bukan rahasia dan tidak asing lagi ketika kita menyaksikan atau mendengar ada segudang tragedi yang memilukan dalam dunia pendidikan kita. Ada siswa/siswi yang diganggu jin ketika proses belajar mengajar, setres  atau bahkan harus mengakhiri hidupnya karena tidak tembus UNAS dan sangat ironis lagi ketika sebagian siswa/siswi yang lulus kemudian ugal-ugalan di jalan raya yang mengakibatkan masyarakat menjadi resah,  tawuran antar pelajar, oknum pengajar mencabuli anak didiknya bahkan ada oknum kepala sekolah begitu tega menghamili siswinya dan untuk menghilangkan jejaknya kemudian ia menguburnya di kamar mandi dan masih banyak lagi tragedi tsunami kemanusiaan dalam dunia pendidikan yang membuat hati kita sangat miris dan tidak habis pikir.

 Apa gerangan yang sedang terjadi di dunia pendidikan? Siapakah yang harus atau mau bertanggung jawab terhadap tragedi tersebut? Bagaimana nasib masa depan bangsa ini kalau mereka sebagai generasi penerus bangsa ini mentalnya sudah ringkih? Dan banyak lagi sederet pertanyaan yang membuat kita harus mengambil nafas dalam-dalam.

 Islam datang bukan hanya untuk mengatur ibadah yang bersifat vertikal saja atau berhubungan langsung dengan Tuhan (hablum minallaah), tapi juga ia turun untuk mengatur urusan yang bersifat horizontal atau hubungan antar manusia (hablum minannaas) sehingga iapun dapat memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan, karena memang hanya Dialah Yang Maha Tahu atas segala urusan dan ciptaan-Nya baik yang ada di bumi maupun di langit.

Oleh sebab itu Allah SWT menginformasikan kita lewat Kitab yang Agung dan rasul-Nya bahwa untuk mencapai cita-cita haruslah selalu dilandasi kepada nilai (meminjam istilah Ahmad Zairofi AM dalam majalah Tarbawi ed. 195 Th. 10) dan yang dimaksud nilai disini adalah nilai yang asasi yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah.

 Bagi orang yang beriman sudah semestinya setiap gerak dalam kehidupan di dunia ini hanya untuk ibadah termasuk dalam pendidikan. Dan untuk mencapai pendidikan yang berkualitas maka harus didorong dari cita-cita, sedangkan cita-cita orang beriman selayaknya mencapai dua capaian yaitu cita-cita jangka pendek atau di dunia dan cita-cita jangka panjang yaitu capaian untuk akhirat.

 Menurut Andi Suhandi S.S.I perlakuan terhadap anak dipengaruhi oleh kesadaran untuk melaksanakan harapan atau cita-cita dan tugas terpenting dalam berkeluarga. Harapan atau cita-cita dan tugas terpenting dalam berkeluarga itu yaitu, pertama, mempunyai pasangan hidup dan keturunan yang menyejukan mata, kedua, menjadi pemimpin orang bertakwa dan ketiga, sebagai cita-cita jangka panjang adalah terbebas dari neraka. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT:

 “…. Wahai Robb kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (kami), Dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertaqwa.” (al-Furqon: 74).

 Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan ….” (at-Tahrim: 6).

 Maka pantas ketika orang yang terlepas dari api neraka disebut juga sebagai orang yang sukses, sebagaimana juga Allah swt menyebutnya:

 “…. Maka barangsiapa yang telah dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung, ….” (ali-Imron: 185).

 Oleh sebab itu-masih menurut beliau, jadikan anak sebagai aset penting untuk meraih sukses keluarga, dengan cara:

  1. Memperlakukan dan mempersiapkan mereka agar mampu menjadi pemimpin umat dan bangsa.
  2. Memperlakukan dan membekali mereka agar mampu menjadi penyelamat orang tua dan keluarga dari neraka.
  3. Mempersiapkan mereka menjadi orang yang kuat agar nanti kita tidak meninggalkan generasi yang lemah (an-Nisa:9).

Karena sejatinya anak-anak kita adalah:

  1. Aset umat yang dititipkan Allah swt di keluarga.
  2. Modal berharga yang dipinjamkan untuk memperoleh keuntungan besar di dunia dan akhirat.

 Mudah-mudahan ketika pendidikan kita dibangun di atas prinsip yang kokoh maka akan memungkinkan terbangun generasi seperti yang diimpikan Hasan al-Banna yaitu generasi muda yang memiliki imunitas agama, benteng akhlak, pengetahuan tentang hukum-hukum agama dan kebanggaan terhadap kejayaan agama di masa lalu peradaban yang luas. Maka pada akhirnya umat dan bangsa ini pun menjadi tumbuh besar dan bermartabat.

 Tentunya ini bukan solusi segala-galanya yang bisa menjawab tuntas terhadap tragedi sebagaimana contoh di atas, tapi setidaknya saya bisa ikut sedikit andil untuk memecahkan problematika umat ini. Kita masih membutuhkan solusi nyata, kita perlu bekerjasama di lapangan baik dari praktisi, civitas akademika, keluarga, masyarakat dan juga para pemimpin yang bisa mengayomi serta memberi suri tauladan yang baik.

 Wallahua’alam.

Related Links:

Situs bimbingan dan konseling